Laguna Tiku Muara Pantai Yang Memukau Untuk Anda Nikmati

 

Tidak banyak yang tahu bila Sumatera Barat memiliki laguna. Fenomena alam yang terjadi di pesisir pantai ini menciptakan pesona alam yang menakjubkan. Laguna Tiku namanya, indah dan menarik.

Tiku sering digelari orang pantai mutiara. Gelar yang sangat pantas tampaknya, karena nagari di pesisir Kabupaten Agam ini memang sangat indah bak untaian mutiara mutu manikam.

Kebesaran nama Tiku sebenarnya sudah sejak dulu, ketika di pantainya kapal-kapal dagang Inggris, Portugis dan Belanda berebut merapat untuk menampung berbagai rempah dari pedalaman Sumbar seperti pala, kulit manis (casiaverra), cengkeh dan lain-lain yang banyak tumbuh di sepanjang kawasan pesisir dan pedalaman Sumbar. Sampai sekarang bekas-bekasnya masih bisa dilihat di sekitar Lubuak Basuang, Manggopoh dan Danau Maninjau. Pala, kulit manis dan cengkeh banyak tumbuh di kawasan tersebut.

Kita masih bisa melihat bangunan berarsitektur kolonial di pusat Kenagarian Tiku, meskipun kondisinya sudah tak terawat sama sekali, bahkan boleh dikatakan hampir runtuh. Pas di pinggir jalan raya Pariaman – Lubuak Basuang atau Pariaman – Pasaman Barat. Tepatnya di pasar Tiku.

Diakibatkan oleh kumpulan air asin yang terpisah dari laut yang terhalang gundukan pasir pantai atau batu karang, sehingga seperti danau atau rawa-rawa.

Laguna yang dikenal dengan Laguna Tiku ini berada di Jorong Sungai Nimbuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Masyarakat setempat menyebut daerah ini dengan Muaro Putuih atau Muara Mati.

Tidak ada penjelasan yang pasti dari penamaan lokasi ini, yang jelas di sini kita akan dimanjakan dengan lukisan landscape deretan pepohonan kelapa dengan latar belakang lautan. Begitu tenangnya. Subhanallah, akan terucap dengan sendirinya dari mulut kita.

Tempat ini jarang dikunjungi para wisatawan, sebab termasuk daerah terlarang. Hanya muara yang berawa-rawa dan berlumpur. Tak hanya itu, lokasinya berada juga di belakang pekarangan rumah penduduk.

Lokasi ini merupakan jalan lintas menuju ke Kabupaten Pasaman Barat, atau objek wisata Danau Maninjau dengan kelok 44 nya.

Bagi pecinta fotografi, Muaro Putuih ini menjadi rekomendasi untuk diabadikan oleh kamera kita. Apalagi saat matahari mulai ke peraduannya, ajaib sekali pemandangannya.

Menciptakan lukisan alam yang indah, dari kolaborasi keindahan laut, laguna, dan nyiur melambai pohon kelapa.

sumber : detik travel

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *