Wisata Religi yang ada di Sumatera Barat

1. Makam Syekh Burhanuddin

Makam Syekh Burhanuddin

Syekh Burhanuddin di kenal sebagai penyebar agama di Minangkabau pada abad ke-17. Beliau memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama Islam dan juga dipercayai memiliki kekuatan supranatural. Meninggalnya Syekh Burhanuddin pada tanggal 10 Syafar tidaklah membuat kharisma beliau tertelan oleh bumi. Hal ini terbukti sampai saat ini makam beliau masih dikunjungi oleh peziarah. Bangunan makam tersebut bercirikan arsitektur masjid pada abad ke-16. Dapat ditemui di Kecamatan Ulakan Tapakis 12 kilometer dari Pariaman. Suasana religius sangat terasa disekeliling makam tersebut dan setiap pengunjung harus mengenakan pakaian muslim.

tradisi basyafar

2. Masjid Raya Gantiang

Masjid Raya Gantiang


A. Selayang Pandang

Masjid Raya Gantiang adalah masjid tua yang terdapat di Kota Padang. Awalnya masjid ini dibangun pada  tahun 1700 M dalam bentuk semi permanen di tepi Batang Arau. Masjid tersebut kemudian dibongkar oleh pemerintah kolonial Belanda, karena di tempat tersebut akan dibangun  jalan menuju Pelabuhan Emma Haven di Taluak Bayua. Masjid kemudian dipindahkan  ke daerah Gantiang. Tanah tempat berdirinya masjid merupakan tanah wakaf dari  masyarakat Gantiang.

arsip Masjid Raya Gantiang

Pembangunan masjid di desain oleh beberapa tokoh  masyarakat setempat, seperti; Angku Gapuan, seorang pedagang dari Pasa Gadang, Angku Syekh Haji Uma, kepala kampung di Pasa Gadang; Angku Syekh Kapalo Koto,  ulama dan tokoh agama. Pendanaannya didapat dari donatur dari beberapa daerah, seperti: Aceh, Medan, Sibolga, dan Minangkabau sendiri. Pembangunan dilakukan oleh masyarakat dengan bergotong royong di bawah pimpinan seorang militer Belanda, sebagai salah satu bentuk  tanggung jawab moral dari pemerintah kolonial Belanda karena telah membongkar masjid  pertama yang berada Batang Arau.

Pada tahun 1819, pembangunan masjid tahap awal  berhasil diselesaikan yaitu sebuah masjid permanen dengan ukuran 30  x 30  m yang dilengkapi dengan serambi (teras) selebar 4 m. Selanjutnya, pembangunan dilakukan  secara bertahap untuk melengkapi bagian yang belum sempurna.

B. Keistimewaan

Arsitektur masjid ini merupakan gabungan dari berbagai corak arsitektur, seperti: Belanda,  Persia, Timur Tengah, China  dan Minangkabau. Konstruksi masjid terbuat dari bahan bermutu tinggi. Bahan  dari kayu, seperti: Kayu Ulin di datangkan dari Bangkinang, Riau; Kayu Rasak didatangkan  dari Indrapura; dan Kayu Kapur dari Pasaman. Sementara komposisi lain, seperti seng,  ubin dan semen didatangkan dari Eropa.

interior-mesjid

Untuk bagian interior, seperti mimbar, dibuat dan diukir dengan ukiran Tiongkok yang merupakan sumbangan dari seorang saudagar China yang  beragama Islam. Sedangkan lantainya dipasang ubin khusus yang didatangkan dari  Jerman yang dibawa oleh perusahaan Belanda pada tahun 1910. Di samping itu, terdapat  25 tiang penyangga yang bermakna sebagai simbol dari 25 nabi dan rasul, dan juga  terdapat beberapa ukiran indah dalam bentuk tulisan kaligrafi yang menghiasai masjid  tersebut.

C. Lokasi

Masjid Raya Gantiang terletak di Kelurahan Pasa  Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia.

Masjid Raya Gantiang

D. Akses

Akses untuk mencapai lokasi objek wisata cukup mudah. Dari Bandara Ketaping Padang bisa langsung menuju lokasi dengan menggunakan angkutan  umum yang melayani rute Bandara Ketaping-Kota Padang dengan waktu tempuh sekitar  30 menit.

E. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Bagi para wisatawan yang datang dari luar kota dan ingin menginap,  tidak perlu khawatir. Di Kota Padang banyak tersedia hotel yang nyaman untuk  di tempati. Begitu juga dengan masalah makanan dan minuman, para wisatawan bisa  memilih tempat yang cocok untuk bersantap ria, karena di Kota Padang terdapat banyak  restoran dan rumah makan.

Sumber dapat dilihat disini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian